Selamat Datang di Program Literasi Digital

SDIT AL-BAYYINAH GARUT

Tentang

Program Literasi Digital

Di Program Literasi Digital ini, pengunjung dapat menikmati petualangan membaca karya-karya para siswa dan guru kami. Berbentuk blog atau buku, Anda bebas memilihnya semaumu. Di sini, kami juga kerap membagikan kegiatan-kegiatan literasi yang akan dan telah kami selenggarakan. Baik internal, lokal, maupun nasional, senantiasa kami bagikan.

Program Literasi Digital literasi ini dikembangkan dalam rangka pembangunan budaya literasi di sekolah kami. Dengan Program Literasi Digital ini, kami berharap mampu mendorong warga sekolah untuk lebih termotivasi dalam membaca dan berkarya. Ini akan menjadi bekal penting bagi peningkatan mutu pendidikan dan kualitas generasi pembawa perubahan di masa depan.

Program Literasi Digital ini tercipta, berkat kerja sama antara Sekolah dan Nyalanesia. Melalui program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) yang diselenggarakan Nyalanesia, kami juga berhasil mendapatkan penghargaan Sekolah Aktif Literasi Nasional.

Selamat bertualang, dan salam #NyalakanMasadepan!

Tim Literasi Sekolah

Dr. Hanny Latifah, M.M.Pd

Dewan Pembina

Popi Nur’azizah, S.Pd.I.

Kepala SDIT Al-Bayyinah

Riska Amelia, S.Pd.

Ketua Tim Literasi Sekolah

Dwi Ratnasari, S.P.

Anggota Tim Literasi Sekolah

Luna Septiani, S.Pd.

Anggota Tim Literasi Sekolah

Raden Ajeng Fidia Haulah MA, S.I.Kom

Anggota Tim Literasi Sekolah

Herni Sudiaty, S.Pd.

Anggota Tim Literasi Sekolah

Program Literasi Sekolah

GALERI KEGIATAN LITERASI

Visi dan Misi Literasi

Mewujudkan sekolah berbudaya literasi dan mencetak generasi literat yang unggul serta berkarakter

  • Meningkatkan minat baca siswa melalui kegiatan readathon, kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai, dan penyediaan pojok baca kelas.
  • Meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan ekstrakurikuler literasi dan pekan literasi dan numerasi.
  • Menumbuhkan jiwa kewirausahaan melalui kegiatan market day.
  • Meningkatkan kapasitas siswa dan guru melalui kegiatan menulis buku.
  • Menumbuhkan karakter pelajar pancasila melalui kegiatan proyek pengelolaan mading.
  • Meningkatkan kemampuan 6 literasi dasar melalui kegiatan 17 ektrakurikuler pilihan

Target Literasi Sekolah

  1. Menerbitkan Buletin Sekolah.
  2. Tantangan Membaca Minimal 10 Buku dalam satu tahun bagi Seluruh Siswa dan Guru.
  3. Megadakan Open School Pameran Literasi Terbesar di Kabupaten Garut
  4. Menorehkan banyak prestasi lagi di bidang literasi dan menjadi sekolah percontohan literasi terbaik di Kabupaten Garut

Blog Literasi

Gemini_Generated_Image_5xd9pd5xd9pd5xd9-1

BAB 1 Titik Balik Kehidupan Azzahra “Pergi kamu, Zahra!” Dengan nada tinggi, ayah mengusir Azzahra dari rumahnya. Laila Sofia Azzahra, gadis manis berkulit sawo matang itu terpaksa melangkahkan kakinya keluar dari rumah tempat ia di lahirkan. Rumah kesayangannya yang penuh kenangan indah bersama mendiang ibunya. Dengan berat hati, Azzahra menyeret kakinya. Matanya yang bersinar indah dengan bola mata hitam pekat itu tak kuasa lagi menahan bendungan air mata yang sejak tadi ia tahan. Buliran bening itu akhirnya terjatuh juga. Sepanjang jalan Azzahra tak berhenti meneteskan air matanya. Pikirannya penuh dengan berbagai pertanyaan. Kini ia hanya bisa mengikuti kemana pun kakinya melangkah. Ia tak tahu harus tinggal di mana. Tangisya pun semakin pecah saat ia teringat nasib pendidikannya. Azzahra baru saja lulus sekolah di tingkat Sekolah Menengah Atas. Azzahra dari kecil sudah memiliki cita-cita ingin menjadi seorang perawat. Namun kini, jangankan bisa melanjutkan sekolah keperawatan, untuk makan dan tempat tinggal saja ia kini kebingungan. Setelah berjam-jam Azzahra menyusuri jalan tanpa arah tujuan. Azzahra tidak kuasa lagi menahan Lelah. Ia yang tidak makan dari kemarin, akhirnya kehilangan kesadarannya. Azzahra pun tersungkur jatuh tak sadarkan diri. Sementara di rumahnya, sang ayah terpaku di atas kursi taman dengan tatapan kosong. Berjam-jam ia duduk tanpa melakukan apapun. Pikirannya berkelana mengingat mendiang istrinya. Di dalam rumah terdengar suara tangisan seorang wanita muda yang sangat cantik jelita. Ia terus meraung, menangis tanpa henti sembari berteriak-teriak menyalahkan sang ayah. Aini kakak dari Azzahra sangat terpukul dengan keadaan yang baru saja dialaminya. Bagaimana tidak terpukul, ia melihat sang adik yang selama ini diam, akhirnya berani melawan ayahnya. Sang ayah yang sudah sangat marah pun akhirnya mengusir adik kesayangannya itu. Aini merasa gagal menjadi seorang anak dan seorang kakak. Ia tidak berhasil mendamaikan kedua orang yang disayanginya itu. Belum lagi luka akan kehilangan sosok seorang ibu, belum kering sepenuhnya. Aini benar-benar terpukul, ia dilema. Aini tidak tahu harus berbuat apa lagi.

Kehidupan Laila Sofia Azzahra seketika runtuh. Tepat setelah lulus

Baca Selengkapnya...

Karya dan Prestasi Literasi

Nyalanesia

Program Literasi Digital

Program Literasi Digital ini dikembangkan dalam rangka pembangunan budaya literasi di sekolah. Dengan Program Literasi Digital ini, kami berharap mampu mendorong warga sekolah untuk lebih termotivasi dalam membaca dan berkarya. Hal ini akan menjadi bekal penting bagi peningkatan mutu pendidikan dan kualitas generasi pembawa perubahan di masa depan.