Karya Literasi

Gemini_Generated_Image_5xd9pd5xd9pd5xd9-1

BAB 1 Titik Balik Kehidupan Azzahra “Pergi kamu, Zahra!” Dengan nada tinggi, ayah mengusir Azzahra dari rumahnya. Laila Sofia Azzahra, gadis manis berkulit sawo matang itu terpaksa melangkahkan kakinya keluar dari rumah tempat ia di lahirkan. Rumah kesayangannya yang penuh kenangan indah bersama mendiang ibunya. Dengan berat hati, Azzahra menyeret kakinya. Matanya yang bersinar indah dengan bola mata hitam pekat itu tak kuasa lagi menahan bendungan air mata yang sejak tadi ia tahan. Buliran bening itu akhirnya terjatuh juga. Sepanjang jalan Azzahra tak berhenti meneteskan air matanya. Pikirannya penuh dengan berbagai pertanyaan. Kini ia hanya bisa mengikuti kemana pun kakinya melangkah. Ia tak tahu harus tinggal di mana. Tangisya pun semakin pecah saat ia teringat nasib pendidikannya. Azzahra baru saja lulus sekolah di tingkat Sekolah Menengah Atas. Azzahra dari kecil sudah memiliki cita-cita ingin menjadi seorang perawat. Namun kini, jangankan bisa melanjutkan sekolah keperawatan, untuk makan dan tempat tinggal saja ia kini kebingungan. Setelah berjam-jam Azzahra menyusuri jalan tanpa arah tujuan. Azzahra tidak kuasa lagi menahan Lelah. Ia yang tidak makan dari kemarin, akhirnya kehilangan kesadarannya. Azzahra pun tersungkur jatuh tak sadarkan diri. Sementara di rumahnya, sang ayah terpaku di atas kursi taman dengan tatapan kosong. Berjam-jam ia duduk tanpa melakukan apapun. Pikirannya berkelana mengingat mendiang istrinya. Di dalam rumah terdengar suara tangisan seorang wanita muda yang sangat cantik jelita. Ia terus meraung, menangis tanpa henti sembari berteriak-teriak menyalahkan sang ayah. Aini kakak dari Azzahra sangat terpukul dengan keadaan yang baru saja dialaminya. Bagaimana tidak terpukul, ia melihat sang adik yang selama ini diam, akhirnya berani melawan ayahnya. Sang ayah yang sudah sangat marah pun akhirnya mengusir adik kesayangannya itu. Aini merasa gagal menjadi seorang anak dan seorang kakak. Ia tidak berhasil mendamaikan kedua orang yang disayanginya itu. Belum lagi luka akan kehilangan sosok seorang ibu, belum kering sepenuhnya. Aini benar-benar terpukul, ia dilema. Aini tidak tahu harus berbuat apa lagi.

Kehidupan Laila Sofia Azzahra seketika runtuh. Tepat setelah lulus

Baca selengkapnya...

Kegiatan Literasi

Prestasi Literasi