Nyala Obor Kata
Karya: Riska Amelia
Aku berdiri di persimpangan modernisasi.
Aku adalah jiwa yang tak tahu arah kaki melangkah.
Namun, sosoknya datang memberi petunjuk.
Di antara aksara, dan kata tersembunyi.
Literasi datang, lembut menyapa pasti.
Membuka jalan penuh warna, hingga menerangi sukma yang merana.
Di mataku, buku-buku bukan hanya tumpukan kertas.
Buku ibarat jembatan perubahan,
Ia membentangkan pengetahuan tanpa batas.
Setiap halaman, disajikan beragam petualangan.
Hingga jiwa melangkah memasuki fantasi impian.
Kini candu menghampiri, aku membaca, aku menulis.
Literasi bukan hanya tentang sebuah budaya tak pasti.
Literasi wadah sebuah perjuangan.
Literasi mengajarkan tentang berbagi.
Literasi menawarkan eksistensi menginspirasi.
Aku ingin menjadi penyala obor kata.
Menyebarkan untaian aksara ke seluruh dunia.
Mengajak semua, menyelami makna setiap kata.
Menikmati setiap sajian pengetahuan.
Menciptakan masyarakat, berbudaya literat.
Literasi adalah kekuatan indah tanpa batas.
Aku dan literasi, bak sepasang sendok dan garpu.
Membangun identitas diri dengan literasi melekat di hati.
Menempa diri, membangun masa depan yang bersinar.
Menebar cahaya memberi manfaat pada sesame.
